Mmmm.. wanita emang gudang nya segala macam 'Ke-ribet-an'..
termasuk juga aku dan fikiran ku sendiri..
ntah sedah berapa lama aku memikirkan hal ini sampai tidur pun tak senyenyak dulu lagi-ceila sok puitis bgt seee-
iya, suer deh, harihari ku jadi semakin aneh karna fikiran fikiran itu..
awal nya sih masih bisa ditepis, tapi makin kesini kok makin mengganggu.
Sebenarnya ini bukan masalah yang serius buat wanita wanita lain di luar sana, tapi aku emang-sok-peduli sama hal satu ini. cuma masalah Prinsip sih sebenarnya, dan prinsip ini menjadi gaya hidup wanita wanita sekarang..
Oke laa.. tudepoint aja mbakk *sorakan pendengar.. Haaaahahahah :D
Maafmaaf kepanjangan intermezzo yaah...
begini manteman..
Dengan semakin besarnya Biaya hidup di Dunia ini, maka perkembangan zaman dan pengembangan pola fikir tidak bisa dielakkan lagi. namun ada beberapa perkembangan itu malah menjadi dilema ya DILEMA bagi sebagian manusiamanusia, dan termasuk akqu.. :)
Sebagai wanita zaman sekarang, aku emang risau banget, banget banget malah..
dulu, wanita mempunyai tugas yang sangat penting bagi kelangsungan dunia yaitu melahirkan generasi generasi bangsa yang berkualitas dan yang terbaik dengan mendidik dan mengajarkan moral moral dan etika yang mungkin tidak dijumpai di sekolah sekolah ciptaan manusia lainnya..
waktu kebersamaan Wanita yang menjadi -Ibu- dalam keluarga adalah yang yang sangat mutlak untuk membangun pribadi yang unggul.
Tapi, aku merasa zaman emang udah maju banget.. manjuuu banget..
karena zaman sekarang tak mudah menjumpai anakanak mungil dan lucu itu bersama ibu nya disaat saat mereka membutuhkan jawaban atas pertanyaan yang ada di otak mereka yang sedang berkembang.. Karena sang Mommy lagi nyari uang buat beli popok sama cucu anak tercinta. lho, jadi kapan dong anak yang lucu nan imut itu ketemu sama emak nye?? ya, tergantung Hoki aja deh, kalau emak nya seorang guru, berarti bisa ketemu setelah jam pulang sekolah deh-tengah hari menjelang sore- tapi yang ga hoki tu kalau emak nya jadi Banker ato kantoran, paling banter bisa ketemu pas magrib. itu pun kalau anak nya belon tidur. atau besok pagi nya pas mau berangkat kerja.
Hmm,, so, apa masalah nya buat aku?? toh, itu anak mereka, sodara bukan, tetangga bukan, teman juga bukan..
apa urusan lo?? Cuiiihh... -sok perhatian-
baiklah akan saya jelaskan apa sangkutpaut nya sama saya.. (baca baikbaik)
Fenoma ini, pergeseran makna emansipasi ini, membuat saya dilema!!
aku sangat ingin menjadi Ibu yang baik bagi anakanak ku kelak, punya waktu yang Full untuk perkembangannya, Tapi aku juga ingin bekerja agar aku tak terkucilkan. hahaha..
apa maksudnya 'terkucilkan?'
ya, orang zaman sekarang mana mau merid sama cwe pengangguran, kalau mau merid pasti nanya, "kerja apa??' coba jawabnya 'kerja bank' pasti langsung dilamar pake harga lamaran selangit.. jiaahaha...
maksud saya disini adalah, kebanyakan orang sekarang mengecilkan dan menyepelekan predikat IBU RUMAH TANGGA.. ya sebenarnya mereka juga ga maksud gitu, tapi demi tuntutan hidup yang semakin berat..
Wanita harus bekerja menjadi kalimat yang tak terbantahkan kalau mau hidup mapan, dan mengesampingkan hak anak.
Tapi ya sudah lah.. gimana pun aku ga bisa mengubah pola fikir kebanyakan orang. paling ga aku sih berharap ketemu Pria yang sependapat dan mengerti apa maksud dari tulisan ini..dan bersedia mewujudkan citacita ku untuk menjadi Ibu yang baik.. Muehehehe...
Sebenarnya tulisan ini belum cukup uuntuk meluapkan ke-galau-an ku tentang hal ini, tapi aku ga bisa lamalama nih nulis.. -jari ku mulai keriting, mau bonding dulu lah-
Akhirulkalam,,, semoga kedepan semakin banyak wanita wanita yang memikirkan hak anakanaknya yang mungkin belum terpenuhi..
dan aku minta maaf kalau ada wanita yang ga sependapat masalah ini..
Wassalam- ;)
No comments:
Post a Comment